Kamis, 15 Desember 2011

Rekayasa Kualitas

Rekayasa kualitas dapat diartikan sebagai proses perbaikan kualitas secara terus menerus dalam perancangan produk dan proses. Dengan penerapan tools yang tepat, diharapkan produk yang dihasilkan juga akan sesuai dengan harapan konsumen dan spesifikasi yang telah disyaratkan perusahaan.
Selain itu, terdapat sumber yang menyebutkan bahwa rekayasa kualitas dapat diartikan sebagai proses pengukuran yang dilakukan selama perancangan produk/proses. Rekayasa kualitas mencakup seluruh aktivitas pengendalian kualitas dalam setiap fase dari penelitian dan pengembangan produk, perancangan proses produksi, dan kepuasan konsumen. Menurut Taguchi (1978), terdapat dua jenis rekayasa kualitas, yaitu:
  1. Rekayasa kualitas secara off-line : Pada bagian ini perancangan eksperimen merupakan peralatan yang sangat fundamental, dimana teknik ini mengidentifikasi sumber dari variasi dan menentukan perancangan dan proses yang optimal. Pengendalian kualitas secara off-line quality control adalah usaha-usaha yang bertujuan mengoptimalkan disain proses dan produk, sebagai pendukung usaha on-line quality control. Usaha ini dilakukan baik sebelum maupun setelah proses.
  2. Rekayasa kualitas secara on-line : Rekayasa kualitas secara on-line merupakan suatu aktivitas untuk mengamati dan mengendalikan kualitas pada setiap proses produksi secara langsung. Aktivitas ini sangat penting dalam menjaga agar biaya produksi menjadi rendah dan secara langsung pula dapat meningkatkan kualitas produk. Rekayasa kualitas secara on-line ini juga dapat mengontrol mesin-mesin produksi sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan pada mesin-mesin produksi tersebut. Usaha-usaha yang tercakup dalam on-line quality control adalah pengdiagnosaan dan penyesuaian proses, pengontrolan proses, dan inspeksi hasil proses. Usaha-usaha ini adalah pengendalian kualitas yang berlangsung saat proses produksi sedang berjalan.

Senin, 28 November 2011

Motivasi

" Orang Besar Adalah Orang Yang Memiliki Pemikiran Besar "
Sebuah kalimat yang tiba-tiba terlintas di benakku, tanpa sengaja itu menjadi obor penyemangatku hari ini. Kemudian, aku coba tuk mengartikan kalimat itu, bahwa dulu para pejuang revolusioner, para ilmuan, dan orang-orang besar lainnya. Dahulu mampu membuat perubahan besar, memang karena mereka memiliki pemikiran besar.
Soekarno yang kemudian mampu memerdekakan negara indonesia, karena beliau memiliki pemikiran besar untuk negeri ini. "Merdeka adalah harga mati, yang tidak dapat di tawar lagi ". Walau pada zaman itu, kita mustahil mampu melawan para penjajah. Namun dengan satu pemikiran besar yang terpatri dalam diri, maka semua akan menjadi kenyataan.
Mahatma Gandhi, Che Guevara, Thomas Darwin dan pejuang revolusioner yang lain. Merupakan salah satu contoh betapa besar pengaruh pemikiran besar mereka. Otak yang pengendali utama tubuh kita uang kemudian menghasilkan sebuah pemikiran besar untuk sebuah perubahan besar.
Maka biasakan diri untuk memiliki pemikiran besar, karena dengan pemikiran besar kamu akan menjadi apapun yang kamu inginkan.


Sabtu, 26 November 2011

Nasionalisme

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Pengembangan Ide Kreatif dan Inovatif

  • Pengertian Kreatif
Menurut Coleman dan Hamman
  “berpikir kreatif adalah berpikir yang menghasilkan metode baru, konsep baru, pengertian baru, perencanaan baru, dan seni baru “     
  Menurut Rawlinston
  “Berpikir kreatif dinamakan berpikir divergen atau lateral yaitu menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan” 
  • Ciri dan Sifat Berfikir Kreatif 
- Fleksibel
- Tidak konvensional
- Eksentrik
- Bersemangat
- Bebas
- Berpusat pada diri sendiri
- Bekerja keras
- Berdedikasi 
- Inteligen
  •  Sifat yang menjadi kemampuan berpikir kreatif menurut Guilford
- Fluency  (kelancaran) 
- Flexibility (keluwesan) 
- Originality (keaslian)
- Elaboration (penguraian) 
- Redefinition (perumusan kembali)
  •  Berdasarkan penelitian kreatifitas dapat didefinisikan menjadi 3 tipe :
  1. Menciptakan
  2. Memodifikasi
  3. Mengkombinasikan
  • Hubungan kreativitas dengan inteligensi  
- Kreativitas rendah, intelegensi rendah  
- —Kreativitas tinggi, intelegensi rendah  
- —Kreativitas rendah, intelegensi tinggi  
- Kreativitas tinggi, intelegensi tinggi
“Inovasi yaitu penemuan atau terobosan yang menghasilkan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya atau mengerjakan sebuah produk yang sudah ada dengan cara yang baru”

  •   Prinsip - Prinsip INOVASI
- Prinsip keharusan
- Prinsip larangan
- Mengembangkan cara bepikir inovatif
 
Prinsip keharusan
Keharusan menganalisis peluang
Keharusan memperluas wawasan
Keharusan untuk bertindak efektif
Prinsip larangan
Larangan untuk berlagak pintar
Larangan untuk rakus
Larangan untuk berpikir terlalu jauh ke depan 
Mengembangkan cara berpikir inovatif
Biasakan memiliki mimpi
Perkayalah sumber ide
Biasakan diri menerima perbedaan dan perubahan
Tumbuhkan sikap empati
 
 
 
 

Kamis, 24 November 2011

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia




Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Teknik - INOVASI
Menjadi Ketua Umum periode 2010 - 2011 memberikanku banyak kisah-kisah yang sulit terlupakan. Meski banyak kendala dan rintangan yang sering menghadang. Namun berkat komitmen dan konsistensi, sebagaimana bentuk tanggung jawab yang telah mereka amanatkan. Alhamdulillah ku lalui dengan penuh suka cita dan tawa kecerahan. Ini adalah catatan 2 bulan terakhir kepemimpinanku, dan 10 bulan yang telah berlalu. Hanya memaksimalkan kinerja yang harus aku lakukan, demi menciptakan sejarah masa depan.
Universitas Trunojoyo Madura

Rabu, 23 November 2011

No Understanding

langkah terasa berat,
mata juga mulai lelah untuk memandang,
semua bagian tubuhku serasa sulit untuk bergerak,
saat ku tak mengerti pada suatu keadaan,

Hari ini aku mulai dengan semangat dan senyum kepercayaan, hingga waktupun berlalu begitu cepat.
Hidup ini memang sulit dimengerti, semua terasa bosan, karena rutinitas yang setiap hari aku kerjakan. Pagi hari aku bangun dari tidur, bangkit dan membersihkan sisa-sisa mimpi dalam tidurku. Dingin air membuatku kembali bersemangat menjalani hari.Dan kembali ku jalani rutinitas, kuliah dan kerja.
Kesibukan dalam menempuh ilmu, di jenjang perguruan tinggi negeri dimana tempat ku gantungkan cita-cita. Semoga kelak aku bisa menjadi orang yang bermanfaat. Tak sadar kini aku sudah semester 7, waktu terasa berlalu begitu cepat. Semua terasa bosan dan tak dapat di mengerti.Pertanyaan yang selalu terngiang dalam benakku,...."Dapatkah kuraih semua cita-citaku".
Sampai detik ini pun, aku belum bisa berbuat apa-apa.

Hanya satu kata yang mampu membuang kebosanan dan ketidak mengertianku. " Aku Bisa, Karena Bukan Aku, Kalau Aku Tidak Bisa "

Minggu, 20 November 2011

Aku Hari Ini

Aku benci keadaan ini,semua berfikir serba instan,yang akhirnya membuatku lemah,.
Keadaan yang sudah tidak wajar,sesuatu yang salah dianggap biasa hingga semua berjalan timpang. Demi keserakahan berbagai jalan akan ditempuh, asal keinginan dapat tercapai. Korupsi, Kolusi , dan Nepotisme menjadi hal yang lumrah.
Berfikir instan menjelma dalam otak generasi muda, hasrat berjuang mulai luntur. Hanya kepasrahan yang menutupi hati yang gelap. Generasi muda yang semestinya menjadi matahari yang mampu memberikan sinarnya. Kini berubah menjadi seonggok pentol korek yang hanya memiliki api kecil, itupun harus digerakkan.
Semua kondisi itu, membuat aku lemah. Lingkungan sudah membentuk lingkaran hitam, membungkam jiwa-jiwa kritis. Perjuangan tidak ada, semuanya adem tentrem. Tak ada sedih tak ada susah. Yang akhirnya membentuk jiwa lemah, yang tak ingin susah. "Biarlah orang lain, yang penting aku senang". Kata yang akan sering kita dengar nantinya.
REVOLUSI
(Syamsul Arifin)